Jumat, 02 Mei 2014

Tugas 1



Mahasiswa STIP Tewas Dianiaya Delapan Seniornya

RMOL. Kasus kekerasan dalam dunia pendidikan kembali terjadi. Dimas Dikita Handoko, mahasiswa semester I Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) tewas karena dikeroyok pada seniornya. Peristiwa penganiayaan ini diduga dilakukan pada Jumat malam.
Di sekujur tubuh Dimas ditemukan luka-luka lebam bekas benturan benda tumpul. “Hasil autopsi sementara sudah keluar, bahwa korban tewas diduga kuat ada pukulan benda-benda keras dan tumpul,” ujar Kapolres Jakarta Utara Kombes M Iqbal di Mapolres Jakarta Utara, (Sabtu, 26/4).
Iqbal menjelaskan, dari hasil penyelidikan kepolisian disimpulkan penganiayaan ini dilakukanya oleh senior korban di STIP. “Kami mendapat kesimpulan ada oknum mahasiswa STIP yang dalam tanda kutip seniornya yang melakukan kekerasan terhadap juniornya," jelasnya.
Dalam kasus ini, Dimas sebenarnya tidak sendiri. Enam orang rekannya juga ikut disiksa. Keenamnya adalah Marvin Jonatan, Sidik Permana, Deni Hutabarat, Fahrurozi Siregar, Arif Permana, Imanza Marpaung. Keenamnya mengalami luka lebam.
Polisi bergerak cepat. Delapan senior Dimas yang diduga pelaku pengeroyokan langsung diperiksa intensif. Tiga orang di antaranya yaitu ANG, FACH, AD langsung ditetapkan sebagai tersangka. Polisi juga menetapkan SAT, WID, DE dan AR sebagai tersangka. Mereka menjadi tersangka karena memukuli rekan-rekan Dimas hingga babak belur.
Menurut Iqbal, penyebab penyiksaan ini sebenarnya hal sepele. Dimas dan rekan-rekannya dianggap tidak sopan dan hormat seniornya di tingkat II. “Para korban yang masih semester I itu dianggap tidak respek dan tidak kompak,” ucapnya.
Malam itu, Dimas dan keenam rekannya dipanggil datang ke kost salah satu seniornya di Kelurahan Semper Barat, Kecamatan Cilincing, Jakarta Utara. Di lokasi, delapan senior memarahi Dimas Cs. Ternyata bukan hanya marah, para senior juga mulai memukul. Perut, dada, dan bagian ulu hati korban dipukuli. “Ditendang perut dan kakinya, digampar pipinya,” lanjut Iqbal.
Saat dianiaya oleh ANG, FACH, AD, Dimas sudah mengerang kesakitan. Namun ketiga mahasiswa ini malah semakin brutal hingga membuat Dimas jatuh pingsan. Bukan menolong, ketiga mahasiswa ini malah berusaha menyadarkan Dimas agar bisa dipukuli kembali. Caranya dengan menempelkan minyak angin dan menyiram air ke wajah Dimas. Namun Dinas tidak bangun lagi.
Dimas kemudian dilarikan ke RS Pelabuhan Jakarta dan dinyatakan sudah meninggal dunia. Kabar kematian Dimas pun dilaporkan ke polisi oleh satpam RS.
Kementerian Perhubungan mengakui adanya kekerasan yang terjadi di Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) hingga menewaskan satu siswa. Namun peristiwa itu disebut terjadi di luar kampus. “Itu terjadi di luar kampus, berjarak sekitar 5 atau 7 kilometer dari kampus,” ujarnya Kepala Pusat Komunikasi Publik Kemenhub, JA Barata. [zul]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar