Jumat, 11 Oktober 2013

Proses pengambilan keputusan oleh konsumen

Proses pengambilan keputusan oleh konsumen

Segala sesuatu pasti ada prosesnya, begitu juga pada pengambilan keputusan, semua keputusan pastinya diambil dengan didasari hal-hal yang kuat.
Berikut pendapat dari para ahli :
menurut Buchari Alma (2004:105) pengertian keputusan pengambilan keputusan oleh konsumen sebagai berikut:
bila konsumen mengambil keputusan, maka ia akan mempunyai serangkaian keputusan menyangkut, produk, merek, kualitas, model, waktu, harga, cara pembayaran, dan sebagainya. Kadang-kadang dalam pengambilan keputusan ini ada saja pihak lain yang memberi pengaruh terakhir, yang harus dipertimbangkan kembali, sehingga dapat merubah seketika keputusan semula.
Menurut Philip Kotler (2000:201) yang dialih bahasakan oleh Hendra Teguh dan Roni A. Rusli pengertian proses pengambilan keputusan oleh konsumen, yaitu : “Untuk meraih keberhasilan, pemasar harus melihat lebih jauh bermacam-macam faktor yang mempengaruhi pembelian dan mengembangkan pemahaman mengenai bagaimana konsumen melakukan keputusan pembelian. Secara khusus, pemasar harus mengidentifikasi siapa yang membuat keputusan pembelian, jenis-jenis keputusan pembelian, dan langkah-langkah dalam proses pembelian.

Tipe-tipe proses pengambillan keputusan

1. Pengenalan masalah (problem recognition).Konsumen akan membeli suatu produk sebagai solusi atas permasalahan yang dihadapinya. Tanpa adanya pengenalan masalah yang muncul, konsumen tidak dapat menentukan produk yang akan dibeli.

2. Pencarian informasi (information source). Setelah memahami masalah yang ada, konsumen akan termotivasi untuk mencari informasi untuk menyelesaikan permasalahan yang ada melalui pencarian informasi. Proses pencarian informasi dapat berasal dari dalam memori (internal) dan berdasarkan pengalaman orang lain (eksternal).

3. Mengevaluasi alternatif (alternative evaluation). Setelah konsumen mendapat berbagai macam informasi, konsumen akan mengevaluasi alternatif yang ada untuk mengatasi permasalahan yang dihadapinya.


 4. Keputusan pembelian (purchase decision). Setelah konsumen mengevaluasi beberapa alternatif strategis yang ada, konsumen akan membuat keputusan pembelian. Terkadang waktu yang dibutuhkan antara membuat keputusan pembelian dengan menciptakan pembelian yang aktual tidak sama dikarenakan adanya hal-hal lain yang perlu dipertimbangkan.


5. Evaluasi pasca-pembelian (post-purchase evaluation) merupakan proses evaluasi yang dilakukan konsumen tidak hanya berakhir pada tahap pembuatan keputusan pembelian. Setelah membeli produk tersebut, konsumen akan melakukan evaluasi apakah produk tersebut sesuai dengan harapannya. Dalam hal ini, terjadi kepuasan dan ketidakpuasan konsumen. Konsumen akan puas jika produk tersebut sesuai dengan harapannya dan selanjutnya akan meningkatkan permintaan akan merek produk tersebut pada masa depan. Sebaliknya, konsumen akan merasa tidak puas jika produk tersebut tidak sesuai dengan harapannya dan hal ini akan menurunkan permintaan konsumen pada masa depan.

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi pemecahan masalah

Faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan membeli (Slamet Mulyana 2009) :
1. Kebudayaan
Kebudayaan ini sifatnya sangat luas, dan menyangkut segala aspek kehidupan manusia. Kebudayaan adalah simbul dan fakta yang kompleks,
yang diciptakan oleh manusia, diturunkan dari generasi ke generasi sebagai penentu dan pengatur tingkah laku manusia dalam masyarakat yang ada.

2. Kelas sosial
Pembagian masyarakat ke dalam golongan/ kelompok berdasarkan pertimbangan tertentu, misal tingkat pendapatan, macam perumahan, dan lokasi tempat tinggal

3. Kelompok referensi kecil
Kelompok ‘kecil’ di sekitar individu yang menjadi rujukan bagaimana seseorang harus bersikap dan bertingkah laku, termasuk dalam tingkah laku pembelian, misal kelompok keagamaan, kelompok kerja, kelompok pertemanan, dll

4. Keluarga
Lingkungan inti dimana seseorang hidup dan berkembang, terdiri dari ayah, ibu dan anak. Dalam keluarga perlu dicermati pola perilaku pembelian yang menyangkut:
a. Siapa yang mempengaruhi keputusan untuk membeli.
b. Siapa yang membuat keputusan untuk membeli.
c. Siapa yang melakukan pembelian.
d. Siapa pemakai produknya.

5. Pengalaman
Berbagai informasi sebelumnya yang diperoleh seseorang yang akan mempengaruhi perilaku selanjutnya

6. Kepribadian
Kepribadian dapat didefinisikan sebagai pola sifat individu yang dapat menentukan tanggapan untuk beringkah laku

7. Sikap dan kepercayaan
Sikap adalah suatu kecenderungan yang dipelajari untuk bereaksi terhadap penawaran produk dalam masalah yang baik ataupun kurang baik secara konsisten. Kepercayaan adalah keyakinan seseorang terhadap nilai-nilai tertentu yang akan mempengaruhi perilakunya

8. Konsep diri
Konsep diri merupakan cara bagi seseorang untuk melihat dirinya sendiri, dan pada saat yang sama ia mempunyai gambaran tentang diri orang lain.

Pembelian

Keputusan pembelian menurut Schifman dan kanuk (2000:437) adalah the selection of an option from two or alternative choice. Jadi, keputusan pembelian adalah suatu keputusan seorang dimana dia memilih salah sat dari beberapa alternative pilihan yang ada.

Output dari proses pembelian adalah prilaku pembeli dan evaluasi setelah pembelian. Dalam melakukan pembelian ada 2 macam, yaitu : trial atau percobaan yaitubila knsumen membeli produk atau merek untuk pertama kalinya. Bila konsumen mendaa kepuasan maka, ia cenderung melakukan pembelian ulang. Evaluasi pembelian berguna untuk mengurangi ketidak pastian konsumen.


Diagnosa prilaku konsumen

Faktor-faktor yang mempengaruhi pengambilan keputusan oleh konsumen :
-          Konsumen individu pilihan mereka di pengaruhi oleh :
Kebutuhan konsumen, presepsi atas karakteristik merek, dan sikap kea rah pilihan. Sebagai tambahan, piihan merek di pengaruhi oleh demografi konsumen, gaya hidup, dan karakteristik personalia. 

-        Pengaruh lingkungan pembelian konsumen di tunjukan oleh :
Budaya (norma kemasyarakatan, pengaruh kedaerahan atau kesukuan) kelas social (kelas grup social ekonomi atas harta milik konsumen), grup tatap muka (teman, angota keluarga dang grup referensi).

Faktor menentukan yang situasional, situasi dimana produk di beli secara keluarga yang menggunakan mobil dan kalangan usaha.


Sumber :



Sabtu, 05 Oktober 2013

SEGMENTASI PASAR & ANALISIS DEMOGRAFI

SEGMENTASI PASAR
Segmentasi pasar adalah sebuah metode bagaimana memandang pasar secara kreatif. Kita perlu secara kreatif mengidentifikasi dan memanfaatkan peluang yang muncul di pasar (Hermawan Kertajaya). Segmentasi pasar sangatlah penting di dalam bisnis dan pemasaran.
Pengertian segmentasi pasar sebagai suatu strategi perusahaan tidaklah semata dilakukan dengan cara membedakan produk atau bahkan menciptakan produk baru (product diversification), tetapi didasarkan atas atas perbedaan minat dan kebutuhan konsumen.
Peranan segmentasi dalam marketing :
1. Memungkinkan kita untuk lebih fokus masuk ke pasar sesuai keunggulan kompetitif perusahaan kita.
2. Mendapatkan input mengenai peta kompetisi dan posisi kita di pasar
3. Merupakan basis bagi kita untuk mempersiapkan strategi marketing kita selanjutnya.
4. Faktor kunci mengalahkan pesaing dengan memandang pasar dari sudut unik dan cara yang berbeda.


ANALISIS DEMOGRAFI
Pada suatu pemasaran produk, analisis demografi harus dilakukan. Hal tersebut berguna untuk mengetahui trend demografis produk yang dipasarkan. Data dalam demografi pemasaran dapat terdiri dari usia, ras, jenis kelamin, pekerjaan, pendapatan, mobilitas, kepemilikan rumah, lokasi, status, pekerjaan, dan tingkat pendidikan. Jika demografi konsumen telah di lakukan, maka hal selanjutnya yang harus dilakukan adalah melakukan analisis demografi, agar demografi yang telah dilakukan dapat kita ketahui hasilnya setelah kita melakukan analisis atas demografi yang telah kita buat.
Ilmu demografi terbagi menjadi dua
Adolphe Landry (1945)menyarankan dibedakan antara istilah demografi murni dan studi kependudukan
Demografi murni (pure demography)
v Demografi formal yang menghasilkan teknik-teknik untuk menghitung indikator-indikator kependudukan..
Studi atau analisis kependudukan yang lebih luas
v Studi mengenai hubungan antara faktor-faktor perubahan penduduk dan faktor-faktor pembangunan.
Studi yang berusaha memberi penjelasan tentang sebab akibat perubahan variabel demografi
Manfaat analisis demografi
v Mempelajari kuantitas dan distribusi penduduk dalam suatu daerah tertentu.
v Menjelaskan pertumbuhan penduduk pada masa lampau, kecenderungannya, dan persebarannya dengan sebaik-baiknya dan dengan data yang tersedia.
v Mengembangkan hubungan sebab akibat antara perkembangan penduduk dengan bermacam-macam aspek organisasi sosial, ekonomi, budaya, lingkungan dan lain-lain.
v Pemperkirakan pertumbuhan penduduk (proyeksi penduduk) pada masa yang akan datang dan kemungkinan-kemungkinan konsekuensinya.
2.1 Rencana Perubahan (analisis konsumen, kebijakan fiskal, perubahan struktur pasar konsumen)
Perencanaan pemasaran adalah proses perencanaan tahapan-tahapan aktivitas dalam pemasaran. Manfaat perencanaan pemasaran:
v Perencanaan pemasaran merupakan peta situasi pasar.
v Perencanaan pemasaran membantu dalam kontrol manajemen dan implementasi strategi.
v Perencanaan pemasaran memberi informasi peran dan fungsi setiap anggota baru dalam suatu perusahaan.
v Perencanaan pemasaran memperlihatkan gambaran pengkoor-dinasian semua sumber daya untuk implemetasi.
v Perencanaan pemasaran menstimulasi pemikiran baru dan pemanfaatan optimal sumber daya.
v Perencanaan pemasaran memberikan gambaran pembagian tanggung jawab, tugas, dan pengaturan jadwal kegiatan.
v Perencanaan pemasaran mengantisipasi masalah, kesempatan, dan ancaman.
Macam-macam perencanaan pemasaran:
Perencanaan produk baru: perencanaan yang ditujukan untuk produk, layanan, lini produk, atau merek yang belum diperkenalkan perusahaan. Untuk membuat perencanaannya, terkadang Anda dituntut membuat banyak asumsi berdasar produk atau layanan yang mirip atau sejenis.
Perencanaan tahunan: perencanaan yang ditujukan untuk produk, proyek, layanan, atau merek yang sudah ada dalam perusahaan. Merupakan modifikasi atau penyesuaian perencanaan tahunan.
Rencana strategi adalah arah atau visi jangka panjang organisasi dan bukan isu manajemen sehari-hari. Rencana strategi menjangkau waktu lebih dari tahun anggaran berikutnya. Biasanya berjangka waktu 3 sampai 5 tahun. Sedangkan rencana pemasaran taktik adalah rencana jangka pendek.
Proses penyusunan perencanaan pemasaran terdiri dari:
penetapan pernyataan misi;
penetapan sasaran perusahaan;
melakukan audit pemasaran;
melakukan analisis SWOT;
membuat asumsi-asumsi;
menetapkan sasaran pemasaran dan strategi;
memperkirakan hasil yang diharapkan;
identifikasi rencan alternatif dan bauran;
menentukan anggaran;
membuat rencana implementasi satu tahun pertama.
Apabila perencanaan pemasaran didasarkan pada pasar, pelanggan, dan produk maka perencanaan perusahaan berkaitan dengan sumber daya perusahaan. Perencanaan perusahaan memberi visi jangka panjang tentang perusahaan.


Contoh perusahaan : Telkomsel adalah operator telekomunikasi seluler GSM pertama di Indonesia dengan layanan pascabayar kartuHALO yang diluncurkan pada tanggal 26 Mei 1995 Saat itu, saham Telkomsel dimiliki oleh Telkom Indonesia sebesar 65% dan sisnya oleh Indosat. Pada tanggal 1 November 1997, Telkomsel menjadi operator seluler pertama di Asia yang menawarkan layanan GSM prabayar.
Telkomsel mengklaim sebagai operator telekomunikasi seluler terbesar di Indonesia dengan 81,644 juta pelanggan per 31 Desember 2007 dan pangsa pasar sebesar 51% per 1 Januari 2007 Jaringan Telkomsel telah mencakup 288 jaringan roaming internasional di 155 negara pada akhir tahun 2007.
Telkomsel telah menjadi operator seluler ketujuh di dunia yang mempunyai lebih dari 100 juta pelanggan dalam satu negara per Mei 2011.
Telkomsel menggelar lebih dari 54.000 BTS yang menjangkau sekitar 97% wilayah populasi di Indonesia. Sebagai operator selular nomor 7 terbesar di dunia dalam hal jumlah pelanggan, Telkomsel merupakan pemimpin pasar industri telekomunikasi di Indonesia yang kini dipercaya melayani lebih dari 122 juta pelanggan. Dalam upaya memandu perkembangan industri telekomunikasi selular di Indonesia memasuki era baru layanan mobile broadband, Telkomsel secara konsisten mengimplementasikan roadmap teknologi 3G, HSDPA, HSPA+, serta uji coba teknologi Long Term Evolution (LTE). Kini Telkomsel mengembangkan jaringan broadband di 100 kota besar di Indonesia. Untuk membantu pelayanan kebutuhan pelanggan, Telkomsel kini didukung akses call center 24 jam dan 430 pusat layanan yang tersebar di seluruh Indonesia.
Telkomsel memiliki tiga produk GSM, yaitu simPATI (prabayar), Kartu AS (prabayar), dan kartuHALO (pascabayar). Selain itu, Telkomsel juga memiliki layanan internet nirkabel lewat jaringan telepon seluler, yaitu Telkomsel Flash.
Telkomsel bekerja pada jaringan 900/1.800 MHz.

Sumber : 

http://id.wikipedia.org/wiki/Telkomsel 

http://dimasmandala.wordpress.com/2011/12/01/segmentasi-pasar-dan-analisis-demografi-terhadap-perilaku-konsumen/

Prilaku Konsumen & Cakupan ilmu


-    Pendahuluan

     Prilaku Konsumen

-    Definisi Prilaku Konsumen 
 
             Perilaku konsumen adalah proses dan aktivitas ketika seseorang
    
berhubungan dengan  pencarian, pemilihan, pembelian, penggunaan serta
    
pengevaluasian produk dan jasa demi memenuhi kebutuhan dan keinginan. Perilaku
     konsumen merupaka
n hal-hal yang mendasari konsumen untuk membuat keputusan
    
pembelian.
                          
             Terdapat tiga pendekatan utama dalam meneliti perilaku konsumen.
   
Pendekatan pertama adalah pendekatan interpretif. Pendekatan ini menggali secara
   
mendalam perilaku konsumsi dan hal yang mendasarinya. Pendekatan kedua adalah
   
pendekatan tradisional yang didasari pada teori dan metode dari ilmu psikologi
   
kognitif, sosial, dan behaviorial serta dari ilmu sosiologi. Pendekatan ini bertujuan
   
mengembangkan teori dan metode untuk menjelaskan perilaku
   
dan pembuatan keputusan konsumen. Pendekatan ketiga disebut sebagai sains
   
marketing yang didasari pada teori dan metode dari ilmu ekonomi dan statistika.
   
Pendekatan ini dilakukan dengan mengembangkan dan menguji coba model
   
matematika berdasarkan hirarki kebutuhan manusia menurut Abraham Maslow untuk
   
memprediksi pengaruh strategi marketing terhadap pilihan dan pola konsumsi yang
   
dikenal dengan sebutan moving rate analysis. Ketiga pendekatan sama-sama
   
memiliki nilai dan tinggi dan memberikan pemahaman atas perilaku konsumen dan
   
strategi marketing dari sudut pandang dan tingkatan analisis yang berbeda



-   Cakupan ilmu
                        
            Pemahaman perilaku konsumen bagi manajer pemasaran berperan
     sebagai dasar kegiatan penyusunan dan evaluasi strategi pemasaran bauran
     pemasaran segmentasi pasar, differentiation and positioning product agar dapat
     mencapai target volume dan nilai pemasaran yang telah dicanangkan. Sedangkan
     bagi manajer produksi berperan sebagai dasar penetapan kualitas dan kuantitas
     yang berorientasi trend terkini yang disukai oleh konsumen. Bagi birokrat, analisis
     perilaku konsumen memainkan peran kritis dalam pengembangan (penetapan dan
     evaluasi) kebijakan publik yang menjamin rasa aman dan nyaman bagi konsumen.
     Adapun bagi konsultan peran kajian perilaku
     konsumen sebagai dasar memberikan pertimbangan solusi dan arah kebijakan di
     tingkat perusahaan maupun kebijakan publik. Bagi peneliti, menemukan dan
     menganalisis hal-hal baru dalam perilaku konsumen berdasarkan kaidah ilmiah
     sebagai bahan acuan untuk mengembangkan ilmu pengetahuan yang
     diimplementasikan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.


-   Yang dimasksud dengan Konsumen
                         
             Dalam perkembangan konsep pemasaran mutahkir, konsumen
     ditempatkan sebagai sentral perhatian. Yang dikatakan sebagai konsumen yang
     sebenarnya ialah disaat kita memahami apa yang dibutuhkan konsumen dan yang
     diinginkan konsumen dan selain itu pun harus memfokuskan target pasar sesuai
     dengan produk yang akan kita jual dan menjadi produk yang paling dibutuhkan oleh
     konsumen.


-   Ciri - ciri dari konsumen 

    terbagi menjadi dua wujud konsumen 
             
   1Personal Consumer : konsumen ini membeli atau menggunakan barang atau
                                          jasa untuk penggunaannya sendiri

    2. Organizational Consumer : konsumen ini membeli atau menggunakan barang atau
                                                    jasa untuk memenuhi kebutuhan dan menjalankan 
                                                    organisasi tersebut


  

        Production concept
        Konsumen pada umumnya lebih tertarik dengan produk-produk yang harganya lebih
        murah. Mutlak diketahui bahwa objek marketing tersebut murah, produksi yang efisien
        dan distribusi yang intensif.

        Product concept
        Konsumen akan menggunakan atau membeli produk yang ditawarkan tersebut  
        memiliki kualitas yang tinggi, performa yang terbaik dan memiliki fitur-fitur yang
        lengkap.

        Selling concept
        Marketer memiliki tujuan utama yaitu menjual produk yang diputuskan secara sepihak
        untuk diproduksi.

       Marketing concept
       Perusahaan mengetahui keinginan konsumen melalui riset yang telah dilakukan
       sebelumnya, kemudian memproduksi produk yang diinginkan konsumen. Konsep ini
       disebut marketing concept.

       Market segmentation
       Membagi kelompok pasar yang heterogen ke kelompok pasar yang homogen.

             
            Market targeting
       Memlih satu atau lebih segmen yang mengidentifikasikan perusahaan untuk
       menentukan.

       Positioning
       Mengembangkan pemikiran yang berbeda untuk barang dan jasa yang ada
       dalampikiran konsumen.


       Menyediakan nilai pelanggan didefinisikan sebagai rasio antara keuntungan yang 
       dirasakan sumber-sumber (ekonomi, fungsional dan psikologi) digunakan untuk
       menghasilkan keuntungan-keuntungan tersebut. Keuntungan yang telah dirasakan
       berupa relative dan subjektif.

       Kepuasan pelanggan adalah persepsi individu dari performa produk atau jasa dalam
       hubungannya dengan harapan-harapan.

       Mempertahankan konsumen adalah bagaimana mempertahankan supaya konsumen
       tetap loyal dengan satu perusahaan dibandingkan dengan perusahaan lain, hamper
       dalam semua situasi bisnis, lebih mahal untuk mencari pelanggan baru dibandingkan 
       mempertahankan yang sudah ada.

       Etika pasar dan tanggung jawab social
       Konsep pemasaran social mewajibkan semua pemasar wapada terhadap prinsip
       tanggung jawab social dalam memasarkan barang atau jasa mereka, oleh sebab itu
       pemasar harus mampu memuaskan kebutuhan dan keinginan dari targt pasar mereka.
       Praktek etika dan tangung jawab social dalah bisnis yang bagus, tidak hanya
       meningkatkan penjualan tetapi menghasilkan kesan yang baik.

      Model sederana dari pengambilan keputusan yang dibuat oleh pelanggan
      Input stage mempengaruhi pengakuan konsumen dari sebuah kebutuhan produk dan   
      terdiri dari dua (2) sumber informasi, yaitu usaha pemasaran perusahaan dan pengaruh
      sosiologi dari luar pelanggan.
      Output stage terdiri dari dua (2) pendekatan yang erat hubungannya dengan aktivitas 
      pengambilan keputusan yang sudah diambil.


-     Keutamaan yang dapat mempertajam penelitian Konsumen
                 Konsumen  adalah selalu berinovasi dan berinovasi produk baru tetapi tidak
      mengurangi  kualitas   produk itu sendiri bahkan seharunya lebih di tingkatkan lagi
      kualitas produk agar konsumen semakin percaya terhadap apa yang sudah mereka
      gunakan.


SUMBER   :  

http://baddaysp.blogspot.com/2012/10/aspek-aspek-dalam-ilmu-perilaku-konsumen.html


http://ekakeropooh.blogspot.com/2012/10/pengertian-konsumen-ciri-ciri-konsumen.html

 
http://id.wikipedia.org/wiki/Perilaku_konsumen