Selasa, 01 April 2014

Tulisan 1



Konsep Penalaran Ilmiah Dalam Kaitannya Dengan Penulisan Ilmiah
Penalaran
     Penalaran adalah proses berpikir yang bertolak belakang dari pengamatan indera (pengamatan empirik) yang menghasilkan sejumlah konsep dan pengertian. Berdasarkan pengamatan yang sejenis juga akan terbentuk proposisi-proposisi yang sejenis, berdasarkan sejumlah proposisi yang diketahui atau dianggap benar, orang menyimpulkan sebuah proposisi baru yang sebelumnya tidak diketahui. Proses inilah yang disebut menalar.

Ciri-ciri penalaran :
1.    Adanya suatu pola berfikir yang secara luas dapat di sebut logika (yang merupakan proses berfikir secara logis)
2.    Sifat analitik dari proses berfikir. Analisi pada hakikat.nya merupakan suatu kegiatan berfikir berdasarkan langkah-langkah tertentu.
Penalaran ilmiah sendir dapat di bagi menjadi 2 yaitu :
-       Deduktif yang berujung pada rasionalisme
-       Induktif yan berujung pada empirisme

Pengertian penulisan ilmiah
Penulisan ilmiah adalah suatu tulisan yang membahas suatu masalah. Penulisan ilmiah juga merupakan uraian atau laporan tentang kegiatan, temuan atau informasi yang berasal dari data primer dan / atau sekunder, serta disajikan untuk tujuan dan sasaran tertentu. Informasi yang berasal dari data primer yaitu didapatkan dan dikumpulkan langsung dan belum diolah dari sumbernya seperti tes, kuisioner, wawancara, pengamatan / observasi. Informasi tersebut dapat juga berasal dari data sekunder yaitu telah dikumpulkan dan diolah oleh orang lain, seperti melalui dokumen (laporan), hasil penalitian, jurnal, majalah maupun buku. Penyusunan penulisan dimaksudkan untuk menyebarkan hasil tulisan dengan tujuan tertentu yang khusus, sehingga dapat dimanfaatkan oleh orang lain yang tidak terlibat dalam kegiatan penulisan tersebut. Sasaran penulisan yang dimaksud adalah untuk masyarakat tertentu seperti ilmuwan, masyarakat luas baik perorangan maupun kelompok dan pemerintah atau lembaga tertentu.
Tujuan Penulisan Ilmiah adalah memberikan pemahaman agar dapat berpikir secara logis dan ilmiah dalam menguraikan dan membahas suatu permasalahan serta dapat menuangkannya secara sistematis dan terstruktur.
Isi dari Penulisan ilmiah diharapkan memenuhi aspek-aspek di bawah ini :

1.Relevan dengan situasi dan kondisi yang ada.
2.Mempunyai pokok permasalahan yang jelas.
3.Masalah dibatasi, sesempit mungkin.

Suatu penulisan dikatakan ilmiah, karena penulisan tersebut adalah sistematik, generalisasi, eksplanasi, maupun terkontrol.
1.penulisan ilmiah adalah sistematik, karena harus mengikuti prosedur dan langkah
   tertentu seperti : mengidentifikasi masalah, menghubungkan masalah dengan teori
   tertentu, merumuskan kerangka teoritis / konsepsional, merumuskan hipotesis,
   menyusun rancangan studi, menentukan pengukurannya, mengumpulkan data,
   menganalisis dan menginterpretasi data, serta membuat kesimpulan.
2.penulisan ilmiah adalah generalisasi, karena dapat dirumuskan atau diambil suatu
   kesimpulan umum.
3.penulisan ilmiah adalah eksplanasi, karena menjelaskan suatu keadaan atau
   fenomena tertentu.
4.penulisan ilmiah terkontrol, karena pada setiap langkahnya terencana dengan baik,
   mempunyai standar tertentu, dan kesimpulan disusun berdasarkan hasil analisis
   data. Penulisan ilmiah berupaya mengungkapkan secara jelas dan tepat mengenai
   masalah yang dikaji, kerangka pemikiran untuk mendekati pemecahan masalah, serta
   pembahasan hasil maupun implikasinya. Karena itu, penulisan ilmiah harus disusun
   secara logis dan terperinci berupa uraian toeritis maupun uraian empirik.

Sumber :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar