Konsep
Penalaran Ilmiah Dalam Kaitannya Dengan Penulisan Ilmiah
Penalaran
Penalaran
adalah proses berpikir yang bertolak belakang dari pengamatan indera
(pengamatan empirik) yang menghasilkan sejumlah konsep dan pengertian.
Berdasarkan pengamatan yang sejenis juga akan terbentuk proposisi-proposisi
yang sejenis, berdasarkan sejumlah proposisi yang diketahui atau dianggap
benar, orang menyimpulkan sebuah proposisi baru yang sebelumnya tidak
diketahui. Proses inilah yang disebut menalar.
Ciri-ciri
penalaran :
1.
Adanya suatu pola berfikir yang secara luas
dapat di sebut logika (yang merupakan proses berfikir secara logis)
2.
Sifat analitik dari proses berfikir. Analisi pada
hakikat.nya merupakan suatu kegiatan berfikir berdasarkan langkah-langkah
tertentu.
Penalaran
ilmiah sendir dapat di bagi menjadi 2 yaitu :
-
Deduktif yang berujung pada rasionalisme
-
Induktif yan berujung pada empirisme
Pengertian
penulisan ilmiah
Penulisan ilmiah adalah
suatu tulisan yang membahas suatu masalah. Penulisan ilmiah juga merupakan
uraian atau laporan tentang kegiatan, temuan atau informasi yang berasal dari
data primer dan / atau sekunder, serta disajikan untuk tujuan dan sasaran
tertentu. Informasi yang berasal dari data primer yaitu didapatkan dan
dikumpulkan langsung dan belum diolah dari sumbernya seperti tes, kuisioner,
wawancara, pengamatan / observasi. Informasi tersebut dapat juga berasal dari
data sekunder yaitu telah dikumpulkan dan diolah oleh orang lain, seperti
melalui dokumen (laporan), hasil penalitian, jurnal, majalah maupun buku.
Penyusunan penulisan dimaksudkan untuk menyebarkan hasil tulisan dengan tujuan
tertentu yang khusus, sehingga dapat dimanfaatkan oleh orang lain yang tidak
terlibat dalam kegiatan penulisan tersebut. Sasaran penulisan yang dimaksud
adalah untuk masyarakat tertentu seperti ilmuwan, masyarakat luas baik
perorangan maupun kelompok dan pemerintah atau lembaga tertentu.
Tujuan Penulisan Ilmiah
adalah memberikan pemahaman agar dapat berpikir secara logis dan ilmiah dalam
menguraikan dan membahas suatu permasalahan serta dapat menuangkannya secara
sistematis dan terstruktur.
Isi dari Penulisan ilmiah diharapkan memenuhi aspek-aspek di bawah ini :
Isi dari Penulisan ilmiah diharapkan memenuhi aspek-aspek di bawah ini :
1.Relevan
dengan situasi dan kondisi yang ada.
2.Mempunyai pokok permasalahan yang jelas.
3.Masalah dibatasi, sesempit mungkin.
2.Mempunyai pokok permasalahan yang jelas.
3.Masalah dibatasi, sesempit mungkin.
Suatu penulisan dikatakan
ilmiah, karena penulisan tersebut adalah sistematik, generalisasi, eksplanasi,
maupun terkontrol.
1.penulisan ilmiah adalah sistematik, karena harus mengikuti prosedur dan langkah
tertentu seperti : mengidentifikasi masalah, menghubungkan masalah dengan teori
tertentu, merumuskan kerangka teoritis / konsepsional, merumuskan hipotesis,
menyusun rancangan studi, menentukan pengukurannya, mengumpulkan data,
menganalisis dan menginterpretasi data, serta membuat kesimpulan.
2.penulisan ilmiah adalah generalisasi, karena dapat dirumuskan atau diambil suatu
kesimpulan umum.
3.penulisan ilmiah adalah eksplanasi, karena menjelaskan suatu keadaan atau
fenomena tertentu.
4.penulisan ilmiah terkontrol, karena pada setiap langkahnya terencana dengan baik,
mempunyai standar tertentu, dan kesimpulan disusun berdasarkan hasil analisis
data. Penulisan ilmiah berupaya mengungkapkan secara jelas dan tepat mengenai
masalah yang dikaji, kerangka pemikiran untuk mendekati pemecahan masalah, serta
pembahasan hasil maupun implikasinya. Karena itu, penulisan ilmiah harus disusun
secara logis dan terperinci berupa uraian toeritis maupun uraian empirik.
1.penulisan ilmiah adalah sistematik, karena harus mengikuti prosedur dan langkah
tertentu seperti : mengidentifikasi masalah, menghubungkan masalah dengan teori
tertentu, merumuskan kerangka teoritis / konsepsional, merumuskan hipotesis,
menyusun rancangan studi, menentukan pengukurannya, mengumpulkan data,
menganalisis dan menginterpretasi data, serta membuat kesimpulan.
2.penulisan ilmiah adalah generalisasi, karena dapat dirumuskan atau diambil suatu
kesimpulan umum.
3.penulisan ilmiah adalah eksplanasi, karena menjelaskan suatu keadaan atau
fenomena tertentu.
4.penulisan ilmiah terkontrol, karena pada setiap langkahnya terencana dengan baik,
mempunyai standar tertentu, dan kesimpulan disusun berdasarkan hasil analisis
data. Penulisan ilmiah berupaya mengungkapkan secara jelas dan tepat mengenai
masalah yang dikaji, kerangka pemikiran untuk mendekati pemecahan masalah, serta
pembahasan hasil maupun implikasinya. Karena itu, penulisan ilmiah harus disusun
secara logis dan terperinci berupa uraian toeritis maupun uraian empirik.
Sumber :
Tidak ada komentar:
Posting Komentar